Minggu, 22 Mei 2011

Bermula dari hati

Roh yang ada di dalam diri kita ini terlalu abstrak (seni). Sifatnya sensitif, selalu berubah- ubah, sekejap baik dan sekejap jahat. Perubahan ini berlaku terlalu cepat sekali sehingga susah untuk kita mengesannya. Ini menyebabkan banyak sifat-sifat yang baik telah terabai dan sifat-sifat yang buruk (jahat) dibiarkan bermaharajalela dalam diri sama ada disengaja atau tidak, disedari atau tidak.

Sifat-sifat roh terbagi kepada dua iaitu:

1. Sifat-sifat mahmudah (sifat positif atau sifat-sifat yang baik)
2. Sifat-sifat mazmudah (sifat negatif atau sifat-sifat keji)


Pertama:
Sifat-sifat mahmudah, antaranya:

1. Jujur
2. ikhlas
3. tawadhuk
4. amanah
5. taubat
6. sangka baik
7. pemaaf
8. pemurah
9. syukur
10. zuhud
11. tolak ansur (timbang rasa)
12. sabar
13. redha
14. berani
15. lapang dada
16. lemah lembut
17. kasih sayang
18. selalu ingat mati
19. tawakal
20. takut Allah


Kedua:

Sifat-sifat mazmumah, di antaranya:

1. riak
2. ujub (merasakan dirinya lebih daripada orang lain seperti membanggakan dirinya lebih berilmu, lebih banyak ibadah dan sebagainya.
3. sum'ah (merupakan perbuatan baik/ibadah yang dilakukan di masa lampau kemudian diceritakan kembali kepada orang lain dengan maksud orang lain mengetahui amal/perbuatannya)
4. takabur dan sombong
5. hasad dengki
6. pemarah
7. dendam
8. bakhil
9. penakut
10. cinta dunia
11. gila pangkat
12. gila puji
13. jahat sangka
14. putus asa
15. tamak


Kajian terhadap sifat-sifat mahmudah dan mazmumah ini sangat penting kerana dengan adanya ilmu ini memudahkan seseorang itu mengenal hakikat dirinya.Yakni, kenal sungguh tentang sifat batinnya. Bila sifat baik dan sifat jahat sudah dikenal pasti ada dalam diri seseorang itu maka tindakan yang perlu dilakukan ialah:


1. Sifat-sifat yang terpuji (mahmudah) itu hendaklah kita pertahankan, suburkan, pertajamkan dan kekalkan kerana sifat-sifat ini dikehendaki dan diperintahkan oleh Allah dan Rasul serta digemari oleh manusia seluruhnya, yang mana itulah bunga diri pada seseorang.


2. Sifat-sifat yang terkeji (mazmumah) pula hendaklah ditumpaskan, dikikis, dibuang, dihapus dan dicabut. Ini perlu dilakukan melalui proses mujahadatun nafsi (melawan hawa nafsu). Yakni melalui latihan terus-menerus terhadap nafsu (riadatun nafsi). Wajib dicabut buang sifat-sifat keji ini kerana sifat-sifat ini sangat dibenci oleh Allah dan rasul serta dibenci oleh manusia seluruhnya. Untuk mendapat akhlak yang baik (terpuji) macamlah proses mendapatkan buah yang baik dan manis. Ia didapati setelah ditanam daripada benih-benih yang baik dan manis. Begitulah juga untuk melahirkan perbuatan dan tindakan yang baik serta akhlak yang baik itu adalah dengan menanam benih-benih yang baik di dalam roh (hati). Yakni benih-benih sifat-sifat mahmudah seperti kasih sayang, rasa simpati, rasa malu, sukakan ilmu pengetahuan, pemurah, pemaaf, sabar dan lain-lain lagi.


Buah yang masam adalah hasil ditanam benih yang masam.Begitulah perbuatan atau tindakan yang buruk atau akhlak yang buruk (keji) adalah berpunca daripada ditanam benih-benih yang keji (mazmumah) di dalam roh (hati). Adapun benih-benih mahmudah dan benih-benih mazmumah yang wujud dalam roh (hati) hanya dapat dikesan oleh mata hati yang dibantu oleh ilmu mengenainya. Bukan dengan mata kepala yang sifatnya tidak dapat menjangkau dan merasainya.Yakni roh melihat roh. Hanya roh yang dapat mengenali atau mengesan roh.Ini bererti, mengesan sifat-sifat roh ini mestilah melalui kepekaan pandangan mata hati serta dibantu oleh ilmu. Perjalanan roh ini laju dan sentiasa berubah-ubah, sensitif dan berbolak-balik dari detik ke detik. Kalau kita tidak peka dalam mengesannya setiap saat, kita akan rugi. Tidak peka dalam mengesan sifat-sifat yang baik bererti kita telah mengabaikan sifat-sifat roh yang baik atau perasaan-perasaan yang baik. Maka sifat baik tadi jadi tidak subur. Macam menanam pokok tanpa disiram air, tanpa diberi baja, tanpa dijaga, walaupun pokok itu boleh tumbuh tetapi daunnya kuning, kering, akhirnya mungkin mati. Tidak peka dalam mengesan sifat-sifat mazmumah (jahat) bererti kita biarkan mazmumah itu berada dalam diri. Dari hari ke hari mazmumah itu kian subur bersama suburnya jasad lahir. Akhirnya ia menguasai diri dan kehidupan kita. Ketidakpekaan tadi menyebabkan mazmumah itu tetap bersarang di dalam hati (roh), tidak ditumpaskan, dikikisbuangkan dan dicabut. Akhirnya hati yang jahat itu mendorong untuk melakukan perbuatan atau tindakan-tindakan jahat atau akhlak-akhlak jahat. Yang kerananya akan merosakkan pergaulan dan menerjunkan kita ke Neraka.

Menggapai kesempurnaan Ibadah Kita melalui Dizikir dan Do'a

Ayyuhal ikhwanul muslimin rahimakumullah...,

Tahukah anda apa manfaat kita dalam berdzikir kepada Tuhan kita Yang Maha Melihat, Yang Maha Mendengar,dan tentunya Yang Maha Segalanya?

Rupanya secara psikologis telah terbukti dapat menenangkan kejiwaan dan ketegangan pikiran kita. Banyak sekali orang-orang zaman sekarang terutama para pemuda sangat meremehkan hal kecil ini, DZIKIR. Padahal masalah-masalah yang banyak dihadapi oleh para remaja sekarang bisa diminimalisir dengan dzikir kepada Allah. Karena dengan hati kita menghadirkannya kepada Sang Pemilik Jagad Raya ini pastilah kita kan merasa tenang dan damai sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Surat Al'ankabuut : 28

"(yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram."


Anda sebagai seorang muslim tahukah apakah makna dari Dzikirullah? Tentu saja kita akan berpikiran dengan kalimat : ingat,ingat, dan ingat. Karena apa? Rupanya Dzikrullah itu dapat didefinisikan sebagai kata dalam bahasa Arab yaitu Dzikr dan Allah. Dzikir dalam bahasa Arab memiliki beberapa makna. Diantaranya adalah kondisi jiwa yang memerlukan seseorang untuk menjaga apa yang dimiliki dari pengetahuan. Dzikir itu seperti hifdz, hanya saja hifdz atau hafalan merupakan ungkapan dari penguasaan sesuatu, sedangkan dzikir untuk menghadirkan, atau mengingat. Dzikir juga dimaksudkan hadirnya sesuatu di hati atau lisan, sehingga dzikir ada 2, dzikir lisan dan dzikir qolb. Dan dari setiap bagian itu ada dua jenis, diantaranya dzikir dari lupa, dan dzikir bukan dari lupa melainkan untuk mengekalkan hafalan.
Mungkin anda kalau dikasih materi kayak gitu belum dong ya...? Hehe... Dan pasti akan timbul pertanyaan, maksude opo tho?
Lah, dari situ dapat kita simpulkan bahwa dzikir itu terbagi dua: lisan dan qolb. Lah disini terbagi dua lagi, yaitu : dzikir dari lupa, maksudnya menghadirkan kembali jasad dan ruh kita hanya kita serahkan kepada Allah 'azza wa jalla, dan dzikir bukan dari lupa melainkan untuk mengekalkan hafalan, maksudnya kita dituntut untuk dapat senantiasa selalu mengingat Allah Swt semata. Bukan kepada yang selainnya.

Selain dari definisi di atas , rupanya ada juga definisi dzikir langsung dari ALQURAN sahabat, nah mau tahu dalilnya, lihat nih..,


وانه لذكرلك ولقومك وسوف تسألون
"Dan sesungguhnya dia ( Alquran ) itu benar-benar adalah suatu kemuliaan bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban.(Q.S. AzZukhruf : 44 )
Dzikrullah adalah hadirnya Allah Swt dalam hati atau pikiran atau penyebutan Allah dalam lisan, atau mengingat Allah ketika lupa, atau menyebutkan dan menghadirkan Allah dalam hati, pikiran, dan lisan agar tidak lupa.
Dzikir diartikan dengan Alqur'an dan kemuliaan, karena dzikrullah dan Dzikrul Qur'an membawa kepada kemuliaan dunia dan akhirat.
Mungkin ini dulu yach yang bisa tak sampein.. Nanti lanjut lagi kok.. Hehe ..
Terima kasih atas kunjungannya..

Jazakumullah khoiron katsiro.. Syukron katsiro 'alaa hudhuurikum..